DI DUGA "FEE" 10 PERSEN, INI BUKTI TRANSFER KEPALA SMP KEPADA KABID SMP. - visi jambi

Home Top Ad

Kamis, 27 Juni 2019

DI DUGA "FEE" 10 PERSEN, INI BUKTI TRANSFER KEPALA SMP KEPADA KABID SMP.

DI DUGA "FEE" 10 PERSEN, INI BUKTI TRANSFER KEPALA SMP KEPADA KABID SMP.

Visi Jambi.com, Merangin- Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin, diduga melakukan pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah Kepala SMP. Ia disebut meminta "fee" sejumlah 10 persen kepada Kepsek dari jumlah bantuan dana dari Kementerian Pendidikan RI pada tahun 2016.

Dugaan praktek gratifikasi ( Menerima Suap - red) dalam realisasi Bantuan Sosial ini dilakukannya pada tahun 2016 silam, yang di duga di tenggarai oleh Kabid SMP yakni Cecep Arken dan kini mencuat ke pemermukaan.

Pasalnya, dia terbukti menerima dugaan “Upeti” melalui bukti transfer ke rekening pribadinya sebesar Rp.8 juta yang disetor oleh salah satu Kepala SMP Merangin kepadanya, guna merealisasikan bantuan sosial dari Kementerian Pendidikan tahun 2016 tersebut.

“  Ya, ini benar, Cecep memang mendapat setoran 10‰ dari bantuan pada 2016 silam. Itu di setor, melalui rekening pribadinya," kata YS (39) yang merupakan sumber yang tak lain rekan Cecep Arken sendiri.

YS menuturkan, bahkan  persoalan ini pernah di laporkan ke Kejati Jambi berikut dengan semua bukti bukti yang lengkap, Tujuannya, agar dugaan menerima suap ini di proses secara hukum.

“Sudah kami lampirkan semua bukti bukti pemotongan anggaran, serta bukti transfer 10%  dari Kepala Sekolah yang mendapat bantuan dana tersebut," imbuhnya.

Selanjutnya, YS juga menyebut adapun bentuk bantuan dari pusat tersebut yakni sekitar 11 paket fisik diantaranya 3 RKB, satu Perpustakaan, Satu Labor, dan Lima rehab sedang dan Satu rehab berat dengan total anggaran semuanya 1.9 Milyar.

" Dari total 1.9 Milyar ini lah, 10%  anggarannya di duga disunat oleh Cecep," tukasnya.

Tidak hanya YS, Kepsek yang mendapat Proyek Bantuan Sosial pada tahun 2016 silam, juga membenarkan hal ini. Melalui sambungan Celulernya saat dikonfirmasi ia mengakui.

“ Ya, seperti biasalah, sekitar 10%, tapi saya mohon  jangan bilang bahwa informasi ini dari saya," kata Kepsek minta namanya di rahasiakan.

Sementara itu, Cecep Arken, saat  dikonfirmasi terkait hal ini oleh media melalui via hand phone sepertinya mengelak dan enggan membalas SMS yang telah dikirim kepadanya.(bg ded)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar