DAM Retak Konsultan CV. Bakti Pramuda Lalai - visi jambi

Home Top Ad

Rabu, 22 Januari 2020

DAM Retak Konsultan CV. Bakti Pramuda Lalai

Visijambi.com, Merangin - Di duga kurangnya pengawasan dari CV. Bakti Pramuda, Proyek Pekerjaan Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi (DAK) di Kecamatan Margo Tabir dengan Nilai Kontrak Rp.3.478.860.591,54. tahun 2019 lalu di duga di Mark-up dan tidak sesuai dengan RAB.

Meski proyek pada pekerjaan tersebut telah di audit oleh tim auditor baik dari pihak Insfektorat Merangin maupun pihak BPK, namun dugaan ini tidak terlepas dari pantauan Lembaga Independen yang ada di kabupaten Merangin.

Hal ini terlihat jelas pada dokumentasi tayangan video yang di liput oleh Humas Pedas Merangin ini beberapa waktu lalu. Nah, di sini mereka menemukan adanya beberapa item kejanggalan pada pembangunan Proyek tersebut diantaranya Sudah mulai RETAK, KROPOS dan pembesian yang hanya di pasang 40cm yang jelas diduga kuat tidak sesuai dengan RAB.

Humas Pedas Merangin Helmi yang ikut mendatangi lokasi Proyek tersebut menuturkan dugaan ini membuktikan kurangnya pengawasan konsultan di lapangan saat pelaksanaan proyek sedang berjalan.

"Yang harus bertanggung jawab disini adalah kinerja konsultan pengawasnya karena dia dibayar untuk melakukan pengawasan, agar pekerjaan terlaksana dengan benar tapi saya menilai di sini juga tidak terlepas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang seharusnya memberikan teguran keras terhadap kinerja Konsultan pengawas yang seperti ini, kok bisa-bisanya proyek yang memakan dana miliyaran rupiah hasil pekerjaannya seperti itu, ini sudah jelas merugikan Negara,"Jelas Helmi.

Sambung Helmi "Kemungkinan juga Konsultan Pengawasnya membuat laporan palsu karena hanya berdasarkan laporan rekanan saja, tidak melakukan pengawasan langsung. Padahal, jika konsultan tidak melakukan pengawasan, jelas kesalahan atau kecurangan dalam bekerja tidak akan ketahuan. Sebab tidak ada yang menegurnya dan memberikan masukan yang benar dan sesuai.
Itulah yang kemudian menyebabkan kualitas proyek jadi tidak maksimal,"Tutup Helmi.

Sementara itu pimpinan konsultan pengawas CV. Bakti Pramuda Haryadi saat di konfirmasi Visijambi terkait hal ini melalui whatsapp menyebutkan "Tanyo be sm peki pptk nyo.Abg no coment. Yang jelas priyek ini sudah diaudit inspektoran sm BPK,"Tulis Haryadi.(bg ded)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar